Ke Jakarta Aku Kan Kembaliii ihi ihi…

Abah, Uti dan cucu-cucu
Abah, Uti dan cucu-cucu

Setelah perjumpaan selalu ada perpisahan. Dan di desa Rengel inilah akhirnya kami berpisah. Kami melanjutkan perjalanan ke Jakarta, sedangkan ayah, ibu, adik-adik dan keponakan-keponakan kembali ke Surabaya. Perpisahan selalu saja berat dan menyedihkan. Huaaaaaa… *nangis* 😥

Tapi perpisahan itu sakral karena dia membuat sebuah pertemuan menjadi begitu indah. Perpisahan membuat kita merindu dan menjadikan rasa rindu terasa syahdu. Perpisahan menyadarkan bahwa waktu cepat berlalu. Perpisahan membangunkan kita, banyak hal di depan mata yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Perpisahan mengajak kita bergegas karena waktu kita tidak lama, apakah timbangan amal kebaikan kita lebih berat dibandingkan dengan semua kelalaian, kelemahan iman dan kesombongan yang bertumpuk di rongga dada. Wallaahu A’lam…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s