Lele Panggang

Gambarnya kabur ya? I know. Ini karena udah nggak sabar segera menyantap hidangan yang sudah disiapkan tuan rumah. Menunya sederhana saja, jangan asem (sayur asem) daun katuk, tempe goreng, lele panggang yang dipenyet pakai sambal dan krupuk. Wuiiiiiiih, sedeeeeeeeep…

Pencit, buah favoritkuOrang kota kalau ke desa memang bisa jadi ndesit alias norak. Yah aku ini salah satunya, hihihi… Kesederhanaan desa selalu menawan hatiku. Ya tempatnya, ya orangnya, ya cara berpikirnya, nggak kompleks seperti kebanyakan orang kota penghamba rasionalitas . Sederhana itu bukan berarti naif dan bodoh, justru aku banyak bertemu orang-orang desa yang sangat cerdas, rasional dan cara berpikirnya pun maju, hanya sikap mereka saja yang tetap ‘dibiarkan’ bersahaja.

Kecerdasan ternyata tidak bisa ditutupi oleh kebersahajaan. Dan kecanggihan teknologi yang sudah umum kita temui di kawasan perkotaan ternyata tidak otomatis membuat penduduknya menjadi cerdas, terutama secara mental dan emosional 😉

Advertisements

2 thoughts on “Lele Panggang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s