Jeding

Ngintip

Foto di kamar mandi siapa takuuuut? Sayangnya nggak ada pose bugilnya, hehehe… Ini ide mantan pacar yang pengen banget di foto saat sedang mandi.

Zoom Out

Ngomong-ngomong soal pacaran. Kalau aku boleh urun saran, mending nggak usah pacaran deh, langsung nikah aja. Pasti anak-anak muda banyak yang protes nih, hahahaha…

Sebenarnya saat yang paling indah itu pas jatuh cintanya, bukan pas pacarannya. Pas jatuh cinta semua cerita jadi indah. Bahkan hanya saat si dia yang kau taksir hanya selintas lewat didepanmu, dirimu seakan melayang bersama bunga warna-warni yang sedang bersemi. Asyik nggak tuh.

Ketika sudah masuk dalam wilayah pacaran, maka cinta bukan lagi sesuatu yang murni. Mulai banyak faktor yang masuk didalamnya, kepribadian, kebiasaan, keluarga, ekonomi, bb (bau badan), bk (bau kentut), dan masih banyak lagi. Tapi anehnya kalau kamu benar-benar cinta, semua yang kelihatannya adalah sebuah kekurangan, hanyalah menjadi bumbu-bumbu cinta. Aiiiiih, indahnya cinta.

Hampir buta aku dulu karena cinta, hingga kemudian aku menikah dengannya. Wow, luar biasa. Semua tabir telah terbuka, ternyata aku merasa terganggu dengan kebiasaannya yang ini, diapun merasa tak nyaman dengan kebiasaanku yang lain. Konflik disana-sini. Pertengkaran, airmata, keringat dan darah mewarnai pernikahan kami. Begitu banyak ujian pada cinta kami. Mungkin cinta kami terlalu kuat hingga tak mau terpisah, mungkin pula karena kami takut untuk saling menjauh, mungkin juga karena kami merasa saling membutuhkan, entahlah. Tapi yang pasti hanya dengan kasih sayang Allah-lah kami bisa mencapai 10 tahun usia pernikahan hingga saat ini, sebuah pencapaian yang luar biasa. Sebuah perjuangannya tiada henti.

Dengan menjadi orang tua, suami/istri dan juga manusia yang selalu belajar untuk menjadi lebih baik dan beriman adalah cara kami untuk bersyukur kepada-Nya. Waktu telah mendewasakan kami. Mungkin persahabatan diantara kami yang mempererat pernikahan ini. Kejujuran adalah kunci dari persahabatan. Sahabat yang baik akan berani mengatakan yang jelek adalah jelek dan yang tidak baik harus diperbaiki. Kejujuran sering kali menyakitkan karena itu berarti salah satu dari kami harus mengakui kekurangan diri, tapi daripada mbendol mburi*, mending gontok-gontokan.

Sedikit pesan aja nih buat kamu-kamu yang mau menikah, please jangan abaikan kata hatimu. Karena lewat hatimulah Allah menyampaikan petunjuk-Nya. Jadikan agama sebagai dasar utama (sisanya itu perhiasan dan bonus).

Lalu mintalah restu pada kedua orang tuamu, terutama ibu. Dengarkan kata ibu dan keluargamu. Ibu tidak selalu benar tapi hatinya paling tajam. Serius…

Kenali camer dan keluarganya,  penting itu. Apalagi kita orang Indonesia. Hampir disetiap persoalan kita selalu melibatkan keluarga, termasuk pernikahan. Jadi jangan sampai menyesal kemudian.

Jika belum dapat yang mapan, paling tidak yang cerdas, suka bekerja keras dan punya cita-cita yang tinggi. Umur bukanlah patokan dari kedewasaan seseorang, tapi pastikan saja pasanganmu juga mempunyai daya juang yang besar dan nggak gampang melempem, hihihi… Karena pernikahan sejatinya adalah sebuah perjuangan.

Lalu cinta? Cinta akan datang dengan sendirinya dalam persahabatan yang jujur dan matang. Selamat berjuang, pejuang-pejuang cinta untuk kebahagiaan dan masa depan cerah 😉

*Jeding = Kamar mandi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s